Mengajar “Conversation for Kids”

Saya tidak menyangka kalau saya akhirnya dikasih bagian kelas Conversation for Kids di Mutiara Bangsa Course, yang isinya kebanyakan siswa kelas 1 dan 2 SD. Saya tidak mengambil mata kuliah English for Young Learner (EYL) karena saya bukan mahasiswa jurusan pendidikan. Kenapa awalnya saya merasa cemas? Iya, takut mati gaya, takut siswanya tidak mau belajar, takut siswanya tidak suka dengan gurunya. Saya sempat membayangkan dimana sebagian anak teriak-teriak, sebagian lari-lari kejar-kejaran, sebagian berantem, sebagian menulis, sebagian mainan spidol, sebagian pengen cepet-cepet break time, sebagian menangis. Kenyataan sebenarnya, ya semua itu terjadi juga, tapi tidak dalam waktu yang bersamaan. Sampai saat ini masih undercontrol. Tadinya saya berpikir bahwa kegitan-kegiatan hiperaktif itu salah dan menjengkelkan, tapi akhirnya saya tahu bahwa setiap anak mendefinisikan kesenangan itu berbeda-beda, dan sebagai pengajar saya juga harus menyelami dunia mereka.

Mereka terlihat baik-baik dan lucu-lucu :D

Mereka terlihat baik-baik dan lucu-lucu :D

Dalam dua bulan ini saya mempelajari beberapa hal:

Beda karakter, beda perhatian, dan semuanya meminta perhatian khusus. Di kelas saya ada siswa yang tidak mau bicara, ada yang selalu mengikuti apa yang temannya lakukan, ada masih susah menulis, ada yang belum konsentrasi, ada yang harus didampingi sampai selesai. Kadang mereka menarik tangan kanan dan kiri saya “Mister, sini………”, “Mister, aku dulu………”, “Ih Mister, kalau nggak ke sini aku nggak mau nulis”. Berlakulah adil dan buatlah prioritas ke anak yang benar-benar buuh bantuan kita.

Lebih baik menggunakan kalimat ajakan. Seorang anak akan sangat merasa bersalah dan akhirnya menyerah untuk mengerjakan hal-hal baru. “Mister…… susah, ini ajalah yang ditulis yang ini nggak usah”. Ada banyak pilihan respon yang diberikan “Kalau nggak dikerjain, nggak dapet nilai”, “Kalau nggak dikerjain Mister bilangin Mama”, “Sini-sini, dikit lagi yuk, nanti kalau salah Mister benerin”, “Mana yang susah, Mister bantuin satu nomer, yang satu tulis sendiri ya”, “Mister temenin deh sini”, “Kalau minta tulisin Mister, dapetnya 70-80, kalau nulis sendiri dan bener, nani dikasih 100. Ayo, mendingan dapet 100 kan?”. Tentunya kalimat yang bernada mengancam tidak baik untuk diterapkan, boleh sih dalam kondisi esktrim, itupun tidak boleh sering-sering. Keluarkanlah kalimat yang membuat mereka feeling secure dan memotivasi.

Karena anak-anak kelas 1 dan 2 kadang masih susah diatur, harus mencari celah agar mereka bisa tetap berkonsentrasi. Misalnya mereka terbiasa meminta nilai sesudah selesai mengerjakan. Sesaat sebelum memberi nilai, berikan mereka kesempatan untuk menjawab pertanyaan, member pertanyaan atau membaca bacaan yang kita beri. Ini juga bisa diterapkan pada saat mau pulang. Saya mempelajari cara ini di PAUD keponakan saya, jadi siapa yang bisa berbicara dengan tepat duluan, bisa keluar kelas terlebih dahulu.

The first 20 minutes is golden time, after that “I want to play”. Maksimalkan 20 menit pertama untuk role play/ practice setiap anak. Tantangannya adalah bagaimana ke 10 anak ini bisa mengucapkan perkata dalam satu kalimat berbahasa Inggris – yang mereka masih anggap asing- dengan benar. Kadang guru bisa saja disalahkan karena anak ingin cepat-cepat istirahat, yang kadang diinterpretasikan gurunya membosankan. Hm.. it maybe true, but it’s not totally true. Anak-anak masih belajar tergantung moodnya. Ada yang sedang sakit, ada yang tidak sabar memperkenalkan mainan baru, anak belum sempat tidur siang, anak masih capek belajar dari sekolah. Pertimbangan itulah yang kadang membuat saya memberi waktu luang agak lebih lama untuk break time – sekitar 15-20 menit. Sesudah itu baru masuk kelas lagi dan mengondisikan mereka satu-satu.

Bawalah mereka ke dalam situasi belajar sambil bermain. Siapkan game, video, gambar, dll. Dan saat yang paling menyenangkan adalah saat pulang. Mereka berebut shaking hand sambil tubruk-tubrukan dan berlari. Mendadak mereka menjadi cepat menghafal lesson hari ini, 4 vocab and two question-answers at minimum.

Sesi calm down siap-siap minta nilai

Sesi calm down siap-siap minta nilai

Sesi pecicilan out of control

Sesi pecicilan out of control

Mengajar Bahasa Asing untuk anak kelas 1-2 SD memang butuh ketelatenan. Saya juga masih mempelajari polanya. Semoga terus lebih baik. Salah satu yang saya pegang adalah cara menjelaskan sesederhana mungkin dan menjelaskan pelan-pelan dengan penjelasan yang berurut. Nah, bagaimana pengalamanmu mengajar Englsih for Young Learners?

A Dream Book

At that time, I had Karaoke Time in Bandung with friends from Beswan Djarum. @pewski came with some books in her orange bag. Those are books entitled “The Magic of Dream Book” written by Rangga Umara – the owner of Pecel Lele Lela. “I bring this for you all, for free” Glad? Definitely yes.

I found a thin notebook inside of the book. So, the author encouraged the readers to write their dream in this notebook. I followed. I believe in the dream book, I mean it is not magically that your wishes will come true just because you write them down. The thing is by writing your wishes there, you’ll have a focus, you’ll be motivated, you’ll always remember.

@pewski (right). Eh, cuma saya yang nggak pake sepatu (converse). Nggak mainstream dong!

@pewski (right). That’s only me who didn’t wear converse. :D

“There’re no dreams which are too high, it is only the action which is not as high as the dreams”

“If you want to be BIG, think BIG”

“If you do not change, you’ll be lose” – Kataro Minami

“Happiness always comes in the form of hurt, lost, disappointment, but through patience we’ll see the real form of it”

“Without plan, we’ll be busy with moving from one problem to other problems”

“There are lots of dreamer who are laughed by many people, even the dreamers are called “CRAZY”, but in the end those people sealed their mouth after seeing that those dreams come true”

Those are inspiring quotes from the book. Great, right? I tried to have a flashback in the early January 2013 (Is it to early to look up your resolution? No!). I wrote two things there:

  1. “Tomorrow, I’ll send my application form to Primagama and Al-Qolam, hopefully It’ll be responded soon. NOW: When I was about to send them, I was called by Mr. Alex – the owner of Mutiara Bangsa Course. I was asked to teach conversation classes. God gives me more than I expect. Teaching English lesson through exam exercise is not really my passion compared to handling conversation class. Moreover, understanding the different characteristic of the students from their level of education is also advantages.
  2. “By the med of 2013, I should at least make 2 debate team, 2 newscaster, 2 storyteller, and 2 speech person. There’s LOVE-Comp, ECC, EEC in Action and T-Comp. Making friendly match with SMAN 1 Pringsewu and SMAN 2 Pringsewu.” NOW: there are 3 debate teams (1 still on progress), 2 newscaster, 2 storyteller (2 still on progress), and 2 speech person (1 still on progress). My school has successfully participated in LOVE-Comp, ECC, and T-Comp. We didn’t join EEC because it was not approved by school.

Those are just short listed of my Dreams. Just wait for the next surprising results. Maybe some of them can be achieved soon, or may be some of them need time, or some of them are not good for me.

“Dream more. Act more. Achieve more”

T-Comp 2013: Sedih yang Berakhir Tawa

Beberapa hari di awal bulan Maret ini lumayan melelahkan. Pulang maghrib dan mabok teks lomba. Saya hampir bilang ini kepada Pembina English Club “I can’t handle it alone!!!”. Tangan Tuhan sangat saya rasakan ketika tahu bahwa mereka libur sekolah karena kelas dipakai Latihan Ujian, jadi ada tambahan waktu untuk persiapan lomba yang lebih panjang di pagi hari.

9 Maret 2013 akhirnya datang juga. Pukul 8.30 di Sabtu pagi yang gerah, anak-anak English Club SMAN 1 Gadingrejo sudah berada di aula lantai 4 gedung STBA Teknokrat, Lampung. Mereka akan mengikuti Teknokrat English Competition bertanding bersama siswa-siswi dari berbagai daerah di Lampung. Mereka sebagian ada yang mulai shock dengan aura kompetisi, adapula yang sebagian ketawa-ketiwi mengikuti tarian Gummy Bear.

Performance 3 tim debat dari sekolah saya di sini lumayan crucial. Dengan jumlah tim yg bertanding sedikit dan adanya 3 swing tim itu membuat mereka punya kesempatan untuk bertemu dengan tim dari sekolah yang sama sangat besar. Dan di tengah-tengah round, saya baru tahu kalau tab BP software ini memakai break and slide mechanism. Itulah kenapa tim Amel-Fira yg baru saja mendapat VP 4 harus melawan tim dengan VP 5 bahkan 6, sementara Eko-Healthy yang memiliki VP 3 bisa bertemu dengan VP 2, salah satunya tim estu. Dan tim-tim lain dengan senang hati bertemu swing tim yang debatnya pun  mengangganggap ecek-ecek lomba ini tapi kadang menyebalkan juga. Sungguh, dengan sistem break and slide yang hanya 3 round ini sedikit menguntungkan tim-tim yang berhasil mengumpulkan poin banyak di awal-awal round. Jdar!!! Breaking announcement tak satupun dari mereka masuk 8 besar, dari 13 tim. Rasanya seperti kesamber gledek. Langsung saya berpikir, dosa apa saya, sehingga mereka tidak bisa lolos ke babak berikutnya dengan perjuangan persiapan dan performance mereka yang lumayan.  Setelah meminta beberapa penjelasan, ternyata mereka masih perlu belajar untuk mendengarkan kasus lawan sebelumnya secara detail dan merespon black and white untuk tetap engage to the motion. Pertanyaan muncul kenapa! Kenapa! Kenapa harus mereka yang menerima pengalaman pahit ini.

Ditambah lagi dengan fakta satu storyteller unggulan kami tidak masuk final gara-gara over time sampai 30 detik, mendengar tim scrabble Ulfa-Jenny bertemu dengan lawannya sendiri di delapan besar, dan ketidakyakinan anggi tentang penampilan newscastingnya yang agak belepotan di akhir-akhir saat weather forecast. Kenapa! Kenapa! Tapi cukup lega dengan satu storyteller masuk final, scrabble masuk semifinal dua-duanya, speech masuk semifinal dua-duanya, sementara presenting idea sudah pasti juara.

Hari kedua, kami berangkat – tetap dengan angkot merah langganan jurusan kemiling dengan label GDR di depannya – sementara anak-anak debat masih berkabung *tapi caranya sangat absurd, minum es campur, makan pempek. Itu sih namanya party. Glad to hear, scrabble masuk final dan mendapat peringkat satu dan dua. Sementara storytelling terlihat percaya diri sambil pasrah walaupun di kepung dengan 2 finalist dari SMAN2 Bandar Lampung dan 2 finalist dari SMA Al-Kautsar, terdengar teriak-teriak dan menangis yang mengindikasikan anak ini mencoba maksimal. Speech tinggal 1 orang yang lolos ke final, itupun urutan ke-5 saat diranking menuju final.

Nama sekolah kami tidak kunjung disebut di newscasting announcement, Bu Tata dan saya saling lihat-lihatan “Yaaahhhh, sambil geleng-geleng”. Begitu juga di translation, Nama Fira dan Jessica juga tidak disebut “Yaaahhh” juga.  2 tim Scrabble akhirnya dipanggil ke depan, dan 2 orang dari Presenting Idea juga sudah naik ke panggung. Sisa speech dan storytelling. Tanpa disangka, Vivi akhirnya dipanggil di posisi ke-3 storytelling “What!!!!!” dan Eva juga dipanggil di posisi ke-3 “Hah? Eva masuk juga” sementara ulfa sibuk menghitung margin perolehan SMAN1 Gadingrejo, SMA Al-Kautsar, SMAN 2 Bandar Lampung. “Kakak liat deh” dan saya merinding melihat margin, poin sekolah kami memimpin. Dan nama sekolah kami muncul di slide General Winner. WOW!! Mimpi mereka terwujud. Dan saya masih tidak percaya. Dibalik kesedihan kemarin ternyata Allah memberikan kebahagiaan pada hari berikutnya. Kesedihan mereka seperti debu yang terhapus hujan, everyone smiled, screamed and jumped. Hari itu mereka mengukir sejarah untuk pertama kalinya menjadi General Winner, atas doa-doa yang tersampaikan bersama, atas mimpi yang mereka ingin wujudkan sebelumnya, atas perhatian penuh pihak sekolah.

IMG_3339

Yeay!! The raising Champion

Untuk adik-adikku, Selamat!!!! ini kemenangan bersama kita baik yang juara, yang masuk final, yang kalah, yang tidak ikut lomba, yang mendukung kalian di belakang. Tetap rendah hati, perbaiki kekurangan kemarin dan membuka diri akan segala masukan positif. Setelah menjadi Juara, jangan memandang rendah sekolah lain, jangan juga memandang terlalu tinggi sekolah-sekolah lain. We’re equal. Semoga bisa menjadi motivasi untuk teman-teman yang lain. Bahwa kekalahan dan kemenangan adalah rahasia Tuhan yang sangat sulit ditebak, boleh berandai-andai, boleh meminta, tapi tidak boleh menyalahkan keadaan ketika mereka belum berpihak kepada kita. Belajarlah dari Vivi, belum berhasilnya di ECC SMAN 1 Pringsewu kemarin, justru menjadi bekal untuk sukses di storytelling lomba ini. Atau belajarlah dari team scrabble, perjuangan tiada henti dan kekeluargaan yang solid. Bagi yang belum menang, Tuhan sepertinya mempersiapkan kejutan yang lebih besar, sedikit lagi dengan usaha kalian, mudah-mudahan next comp menjadi rejeki kalian dengan persiapan dan keyakinan. Dan bagi yang masuk babak berikutnya namun belum berhasil, Tuhan sangat baik untuk membentuk pola pikir kalian bahwa kalian harus merasakan kekalahan untuk bisa tetap rendah hati dan mensyukuri hasil yang diperoleh, terkadang kita lupa tentang siapa kita saat sebelum berlomba. Bagi yang pertama kali menang, ini adalah perjuangan kalian dan doa orang-orang tersayang, nikmatillah dan buatlah target yang lebih tinggi. Buat yang menang lagi, tetaplah rendah hati, mulai belajar untuk membantu teman-teman lain bangkit agar bisa seperti kalian, dan jika suatu saat kalian kalah, mungkin itu adalah cara Tuhan untuk membuat kalian lebih baik.  Kak Yogi senang sekali bisa mengenal kalian di sini, satu mimpi kakak tercapai. Makin rendah hati, makin belajar, makin membantu sesama. I love you.

Reviving Memory and Reunion

What a coincidence! I met people that I really want to meet before because I need some “important” talks to them.  I met Mr. Budiawan, one of the STBA Teknokrat lecturer, at the lunch time with other school supervisor for Teknokrat English Competition. Finally, I can meet someone who is “into my world of study”. Trapped in the condition where what you have been studied can’t be directly applied in your work right now is sometimes irritating, like I indirectly bury linguistics knowledge and my linguistics books end up in my personal library. Ya, I feel like miss the memory of talking about linguistic study such as sociolinguistics and even Critical Discourse Analysis. Hopefully, there will be a Language seminar soon and it’s affordable for me in term of place and money :) . So, Mr. Budiawan accomplished his study at University of Indonesia with the title “M.Hum” majoring Linguistics. Actually, we have ever been in the same seminar at Seminar International Bahasa Ibu (SIBI) at Balai Bahasa Bandung last, but I didn’t know If that person is him. From that short conversation, I cultivated some picture about this campus on how the lecturers face the students and how they develop their knowledge. I can’t conclude it that fast, but in general this campus is “awesome” in its branding and promotion and the building is hm.. ya.. well managed. Hopefully, someday, I can meet him again.

Short-quality time with them

Short-quality time with them

What a coincidence again! I met Rendy Finanda. He’s my friend in the quarantine of selection for Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) maybe last 4 years. Both of us didn’t pass the selection, but Rendy pass in the Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP) last two years. Do you know why I need some important talk? Guess what? I still really need to join the selection this year. Although my Mom, my sister, my personal advisor Fikha (I mean my closest friend when I was in Campus) said that “It’s no longer your year, dear. Just focus on your career development”. Then I shared it to him expecting that he’d give me insight. “Gi, I feel it. Joining this program will motivate you a lot, then. Your advisor is true. Joining Australia, Canada or Japan-ASEAN program spend a lot of our productive time because our orientation is now for our career and earning money. I think you know how long it will be. 2-6 month, right? But don’t worry because China Korea Malaysia are much shorter, for about 2 weeks at maximum. You can still join. Just prepare other things related to Lampung knowledge and culture. Your English is…. Ya I know it. It’ll be opened around April and May”. You know what? this became my resolution last year, but i couldn’t achieve it. I’m thinking again. Hopefully, I can join he selection and pass it.

The last one is not the coincidence, because I have guessed that he’ll come to this event. Prasetyo – or people call him Pras accompanied his beloved school Al-Kautsar Senior High. Wherever the competition, he’s always there. When I was in senior high school competition, I felt that the participants are divided into two poles: Bandarlampung-ers and outsiders. Haha. And do you know the tendency of students from big city? Yap, I don’t need to write it here. So, we as the outsiders can talk a lot more because we have same characteristic – villager and middle class students. It was maybe around 2005, he represented Kartika Tama Vocational School at Metro. Then we met in national comps when we were in college. I was offered to coach Al-Kautsar to accompany him in debating activity, I agreed. But then, one of SMAN 1 Gadingrejo teacher called me. I changed my decision. I believed that why we can develop many schools rather than only in single institution, right? I thought that I need to develop other school in my own region after in two years I had coached SMA Taruna Bakti in Bandung city. And after around 6 months, the school l am coaching is ready to compete in the province level with the great spirit of the students. Moreover, I really enjoy coaching here. And the name of these two schools often stands together. Haha, although there’s still tension in some occasions – that’s why it is called competition. Pras sometimes gives me update about Bandar Lampung English competitions tinny and talks about photography. Cepetan lulus woy!!

I’m sorry that this writing is more about telling my feeling rather than giving good information, but that long writing contains one deep meaning “everyone you meet will be the part of your life in the future”

Umang-umang Malang

Lumayan good looking - hanya kamera digital biasa.

Lumayan good looking – hanya kamera digital biasa.

Mainan masa SD. Dicat warna-warni. Diadu. Ditiup-tiup. Lagi tidur diganggu. Lagi jalan diambil. Parahnya, binatang ini ada di rumah saya dan keponakan saya hanya memasukannya ke dalam toples kosong. Besoknya saya beri pasir – serasa membuat little house lengkap dengan batu dan ranting. Siangnya saya ciprat-ciprati air. Malemnya dia sempat kabur, menjembat kertas-kertas dalam kardus ini. Kasian. Besoknya, saya taruh di pasir depan rumah, beberapa saat kemudian entah kemana. Mungkin menggali dan masuk ke dalam pasir atau dipatok ayam. #Tapi nggak mungkin kali.. It’s about animal right, not justifiable to be the object of kids entertainment.

#MendinganKamuMasukEC

Friday Practice

Friday Practice

I don’t ask them to be atheist, agnostic, feminist movement member, demonstrator, LGBT, environmentalist, apartheid figure, UN peace keeper towards Middle East conflict,  etc. But you they know the nature of those problem and how they perceive the world. This is debate, where you should convince through the compact and reasonable arguments, outside of it, you are student – smart and open minded student. Like Prudential tagline “Always listening, always understanding

Belajar debat akademik memang susah. Tapi, 8 siswa ini setidaknya bukan orang yang bermental menyerah, mereka adalah orang yang punya ingin tahu lebih banyak tentang pengetahuan di luar, memaksa diri mereka untuk berbicara lancar dengan ide yang diterima. Mereka mendedikasikan setiap Jum’at dan waktu-waktu tertentu – yg seharusnya bisa untuk bermain – untuk membentuk tim yang solid. Entah bagaimana itu terbentuk, tapi ketika kamu sudah menemukannya, giliran kamu yang menjaganya.

Write your dream here, and All will say "Amen"

Write your dream here, and All will say “Amen” EC SMAN 1 Gadingrejo, Pringsewu, Lampung

Tahun-tahun SMA sangat sayang jika dilewatkan hanya dengan bermain. Lebih baik mencuri start belajar bahasa Inggris dengan cara menyenangkan seperti ini – yang tidak ada buku khusus dari pemerintah, yang tidak masuk kurikulum, dan pelatihnyapun masih sedikit. And don’t worry, the students still have time to play and to….hm… date :D .

Being 24

Si emak ngebela-belain bikin, buat anak-anak BINGO

Si emak ngebela-belain bikin, buat anak-anak BINGO

24 Tahun. Terimakasih ya Allah, saya sudah dipercaya untuk sampai pada usia 24 Tahun. Saya sudah diberi nikmat hidup bersama keluarga yang damai, rekan kerja yang budiman, teman-teman yang saling mendukung, juga murid-murid yang bikin semangat. Saya tidak pernah membayangkan sepulang saya dari Bandung setelah kuliah bisa enjoy seperti sekarang – Sudah mendapat penghasilan meskipun belum begitu besar, masih ada waktu istirahat, dan masih bisa tinggal bersama Ibu saya.

Alhamdulillah, saya bisa kembali menemui teman-teman SMP-SMA saya di sini, bertemu dengan rekan-rekan baru dari pengajar-pengajar Bahasa Inggris beserta owner Lembaga Belajar Bahasa Inggris, channel-channel pemerintahan, dll. Mudah-mudahan bekal networking ini bisa terus dijaga.

Selama setahun yang lalu, tentunya saya belajar banyak hal. Tahun lalu menjadi tahun perpisahan dengan orang-orang terdekat di Bandung, perpisahan dalam arti akan bertemu lagi di saat yang belum pasti. Ya, memang sudah Masaya, akhirnya saya bisa officially graduated, dan kembali ke “dunia nyata”. Rumah saya di Pringsewu, Lampung.  Setahun yang lalu juga menjadi tahun yg paling menakutkan bagi saya, takut kehilangan sosok ibu. Beliau menjalani operasi serius di kepala. Tiga minggu bolos bimbingan, bolos mengajar, dan merasakan kehidupan rumah sakit.  Boro-boro merayakan ulang tahun ke 23, waktu itu, yang penting bagaimana caranya ibu saya bisa duduk tanpa pusing dan mual-mual karena efek keseimbangan yg teganggu. Tapi, ini tertutup manis dengan traveling diujung masa kuliah ke Kediri dan dua pengalaman menjadi salah satu pembicara seminar Internasional yang rutin diadakan di Bandung, yakni di Seminar Internasional Bahasa Ibu (SIBI) oleh Balai Bahasa Bandung dan Conference of Applied Linguistics  (Conaplin) oleh Balai Bahasa UPI. Bahasa sederhananya adalah “akhirnya saya bisa jadi scholar beneran!”

Tentunya, harus ada peningkatan, tetap bermimpi besar dan terukur. And here are my specific dreams I need to achieve:

Ibadah: Terus konsisten ibadah wajib, membiasakan membaca Al-Qur’an dan terjemahan, dan meningkatkan sedekah.

Pendidikan: S2? Iya, saya butuh untuk melanjutkan ke sekolah pascasarjana, untuk melanjutkan cita-cita saya menjadi dosen Bahasa Inggris. Masih menimbang-nimbang, mengambil Linguistik atau Pendidikan, di Bandung, Jakarta, Jogja atau Luar Negeri. Iya!!

Traveling: tiap hari handle akun promosi paket wisata tapi belum pernah ikut paketnya. Ingin sekali menginjakkan kaki ke bumi Karimun Jawa, Desa Sawarna, Green Canyon Pangandaran, Derawan, Gili Trawangan, Goa Pindul. :D , Eh iya, Kiluan juga di daerah sendiri.

Pengembangan diri: tiga tahun lalu saya ikut seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) seleksi Lampung. Saya masuk ke tahap karantina propinsi sebelum dipilih satu orang ke SSEAYP Japan(South East Asia Youth Exchange Program – Japan, belum berhasil. PPAN berikutnya, umur saya belum cukup karena masih 22 untuk Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program, tahun kemarin kuota Lampung hanya untuk Putri. Mudah-mudahan tahun ini cita-cita untuk lolos seleksi ini tercapai. Penting sekali untuk ikut ini karena leadership, public speaking in English, cultural understanding, adventure are mixed into 1 package journey.

Pekerjaan: Mudah-mudahan semakin bisa mengatur waktu, mememenuhi standar pekerjaan, dan bisa mendapatkan pekerjaan tambahan yang fleksibel saat ini. Tentunya tetap sabar, ramah, dan dekat to whom I work for and with. Kalau tahun ini sudah bisa mengajar siswa SD, SMP, SMA, Kuliahan, dan Pegawai, nextnya berarti harus bisa menjadi manajernya para pengajar tersebut.

Pendamping: *Uhuk bangetlah ini. Sebagian besar dari wishes teman-teman adalah “mendapatkan jodoh, dan segera menikah” Ya begitulah, sudah masanya mencari dan menjaga #eea banget. Amin, semoga bisa memilih yang tepat. Harusnya sih, tidak perlu menunggu masa ulang tahun, tapi menjadi penting karena ini adalah tahapan penting dalam hidup. Houwooo nggak?

Besok dan seterusnya akan banyak karya tersimpan di sini.

Besok dan seterusnya akan banyak karya tersimpan di sini.

Dan di akhir tanggal 17 Februari 2013 ini, pesanan saya dan ibu saya datang. Lemari baruuuuuuuuu…. Alhdamdulillah. I give the name “Motivating Cupboard” untuk memotivasi agar terus berkarya, naik-naik-naik, tapi tetap rendah hati dan selalu ingat berbagi. :) .